Optimasi Campuran Aditif Oksigenat Nabati (E10) untuk Mereduksi Emisi CO dan Meningkatkan Efisiensi Termal pada Motor Bensin Injeksi
DOI:
https://doi.org/10.48144/suryateknika.v10i2.2588Keywords:
Aditif Oksigenat Nabati, Emisi CO, Efisiensi Termal, Motor Bensin Injeksi, Titik Optimum (E10)Abstract
Peningkatan populasi kendaraan injeksi bensin menuntut adanya inovasi untuk menekan emisi gas buang tanpa mendegradasi performa mesin. Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi titik optimum campuran aditif oksigenat nabati guna mereduksi emisi karbon monoksida (CO) sekaligus meningkatkan efisiensi termal pada motor bensin bersistem injeksi elektronik (EFI). Pengujian eksperimental kuantitatif dilakukan pada engine test bed berkapasitas 150 cc dengan menggunakan metode pencampuran splash blending pada empat variasi konsentrasi aditif, yaitu 0% (E0/kontrol), 5% (E5), 10% (E10), dan 15% (E15) berdasarkan volume. Pengambilan data emisi gas buang dan laju konsumsi bahan bakar difokuskan pada kondisi beban penuh (full load) di putaran mesin 4000 rpm. Hasil pengujian menunjukkan adanya fenomena diminishing returns pada penggunaan aditif dengan konsentrasi tinggi. Penambahan aditif hingga konsentrasi 10% (E10) terbukti menjadi titik keseimbangan yang paling optimal, mampu mereduksi emisi CO secara signifikan sebesar 31,4% dan meningkatkan efisiensi termal hingga 9,9% dibandingkan dengan bensin murni. Akan tetapi, peningkatan konsentrasi aditif menjadi 15% (E15) justru memicu degradasi efisiensi termal akibat rendahnya akumulasi nilai kalor senyawa oksigenat yang tidak lagi dapat dikompensasi oleh perbaikan kualitas pembakaran. Studi ini menyimpulkan bahwa formulasi aditif E10 merupakan solusi aplikatif untuk menjembatani regulasi emisi ketat dengan kebutuhan efisiensi termal tinggi pada mesin injeksi bensin konvensional.



