Surya Teknika : Jurnal Ilmiah Teknik Mesin
https://jurnal.umpp.ac.id/index.php/surya_teknika
<p>Journal title : Surya Teknika : Jurnal Ilmiah Teknik Mesin<br /><a href="https://issn.brin.go.id/terbit/detail/1508906060">E-ISSN : 2598-6198 (online)</a><br />DOI Prefix : <a href="https://doi.org/10.48144/suryateknika.v8i2">10.48144/suryateknika</a><br />Type of peer-review : Double Blind<br />Indexing : <a href="https://scholar.google.com/citations?user=807t_fsAAAAJ&hl=id">Google Scholar</a> , <a href="https://garuda.kemdikbud.go.id/journal/view/27259">Garuda</a> , <a href="https://sinta.kemdikbud.go.id/journals/profile/11143">Shinta</a><br />Frequency : Biannualy (April& Oktober)</p>en-US[email protected] (Budiyono)[email protected] (Khoirul Anam)Sun, 30 Apr 2023 00:00:00 +0000OJS 3.2.1.4http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss60Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Trainer Untuk Analisis Kerusakan Sistem Air Conditioner (AC) Mobil
https://jurnal.umpp.ac.id/index.php/surya_teknika/article/view/2562
<p>Sistem <em>Air Conditioner</em> (AC) merupakan komponen vital dalam kendaraan modern yang berfungsi mengatur kualitas udara, suhu, dan kelembaban kabin demi kenyamanan dan keamanan penumpang. Namun, pemahaman mendalam mengenai diagnosa kerusakan (<em>troubleshooting</em>) sistem AC masih menjadi tantangan dalam pendidikan vokasi akibat keterbatasan alat praktik yang representatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran berbasis <em>trainer</em> AC mobil yang dirancang khusus untuk memfasilitasi analisis komponen, prinsip kerja, dan identifikasi kerusakan sistem AC. Metode penelitian menggunakan pendekatan <em>Research and Development</em> (R&D) dengan fokus pada perancangan alat simulasi kerusakan yang aman dan terukur. Hasil pengembangan menunjukkan bahwa <em>trainer</em> ini mampu mensimulasikan berbagai skenario kegagalan sistem, seperti kebocoran refrigerant, gangguan pada kompresor, hingga masalah pada sirkuit kelistrikan. Penggunaan media ini memungkinkan peserta didik untuk melakukan diagnosa sistematis tanpa risiko merusak komponen kendaraan asli. Disimpulkan bahwa <em>trainer</em> AC mobil ini efektif sebagai media instruksional untuk meningkatkan kompetensi teknis mahasiswa dalam analisis dan perbaikan sistem pendingin udara kendaraan.</p>setiyo hermawan
Copyright (c) 2026 Surya Teknika : Jurnal Ilmiah Teknik Mesin
https://jurnal.umpp.ac.id/index.php/surya_teknika/article/view/2562Thu, 17 Sep 2026 00:00:00 +0000Restorasi dan Analisis Sistem Pengisian Konvensional Pada Kendaraan Klasik Honda Accord Tahun 1979
https://jurnal.umpp.ac.id/index.php/surya_teknika/article/view/2563
<p>Kendaraan klasik seperti Honda Accord tahun 1979 memiliki nilai historis yang tinggi, namun sering kali mengalami kendala teknis akibat kelangkaan suku cadang dan degradasi komponen seiring waktu. Salah satu sistem kritis yang sering mengalami kegagalan total adalah sistem pengisian (<em>charging system</em>). Penelitian ini bertujuan untuk melakukan restorasi dan analisis kinerja sistem pengisian konvensional pada Honda Accord tahun 1979 yang awalnya dalam kondisi tidak lengkap dan tidak berfungsi. Metode penelitian menggunakan pendekatan eksperimental melalui tahapan inspeksi awal, pengadaan komponen (<em>sourcing</em>), perakitan ulang, dan pengujian kinerja menggunakan alat ukur multimeter dan <em>hydrometer</em>. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiadaan komponen vital seperti regulator dan <em>wiring harness</em> menjadi penyebab utama kegagalan sistem. Setelah dilakukan penggantian dan perakitan ulang sesuai spesifikasi pabrik, sistem pengisian mampu menghasilkan tegangan stabil sebesar 13,8 – 14,2 Volt pada berbagai variasi putaran mesin. Studi ini menyimpulkan bahwa sistem pengisian tipe konvensional dengan regulator kontak poin masih dapat diandalkan untuk kendaraan klasik apabila dilakukan perawatan berkala dan penggantian komponen yang tepat.</p>Asep Widiyanto
Copyright (c) 2026 Surya Teknika : Jurnal Ilmiah Teknik Mesin
https://jurnal.umpp.ac.id/index.php/surya_teknika/article/view/2563Thu, 17 Sep 2026 00:00:00 +0000Evaluasi Kondisi Komponen dan Strategi Perawatan Sistem Pelumasan Mesin Honda Accord Tahun 1979
https://jurnal.umpp.ac.id/index.php/surya_teknika/article/view/2567
<p>Sistem pelumasan memiliki peranan penting dalam menjaga keberlangsungan kerja mesin karena pelumas berfungsi mengurangi gesekan, membantu pelepasan panas, membersihkan komponen dari kontaminan, serta membentuk lapisan pelindung pada permukaan yang mengalami kontak. Pada kendaraan yang telah berusia relatif lama, penurunan kondisi komponen sistem pelumasan dapat terjadi akibat keausan, kebocoran, penumpukan endapan, maupun penurunan kualitas pelumas. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kondisi komponen sistem pelumasan pada mesin Honda Accord tahun 1979 serta menentukan tindakan perawatan berdasarkan hasil pemeriksaan aktual. Penelitian dilakukan menggunakan pendekatan deskriptif melalui pemeriksaan langsung terhadap karter, pompa oli, katup pelepas, rotor pompa, saringan pompa, filter oli, dan kondisi pelumas. Evaluasi pompa oli dilakukan dengan pengukuran celah komponen dan pengujian fungsional. Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya kebocoran pada baut pembuangan karter yang ditangani dengan penambahan bahan perapat. Celah antara rotor dalam dan rotor luar pompa oli sebesar 0,15 mm, sedangkan celah antara rotor dengan bodi pompa sebesar 0,05 mm. Kedua nilai tersebut masih berada di bawah batas maksimum pemeriksaan sebesar 0,20 mm sehingga pompa oli dinyatakan masih layak digunakan. Katup pelepas dan saringan pompa juga tidak menunjukkan kondisi yang memerlukan penggantian. Pengujian fungsional menunjukkan pompa masih mampu menghasilkan tahanan/tekanan pada saluran keluar. Sebaliknya, filter oli utama ditemukan mengandung banyak endapan sehingga dilakukan penggantian. Kondisi oli yang berwarna hitam dan relatif encer juga menjadi dasar dilakukannya penggantian pelumas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perawatan sistem pelumasan kendaraan lama lebih tepat dilakukan berdasarkan kondisi aktual masing-masing komponen, sehingga komponen yang masih memenuhi kondisi kerja dapat dipertahankan, sedangkan komponen atau bahan yang mengalami penurunan kondisi ditangani melalui penyetelan, perbaikan, atau penggantian.</p>Bambang Edi Purnomo
Copyright (c) 2026 Surya Teknika : Jurnal Ilmiah Teknik Mesin
https://jurnal.umpp.ac.id/index.php/surya_teknika/article/view/2567Thu, 17 Sep 2026 00:00:00 +0000Kinerja Lapisan Chromium Hasil Electroplating Pada Substrat Besi Terhadap Paparan Lingkungan Korosif
https://jurnal.umpp.ac.id/index.php/surya_teknika/article/view/2565
<p>Kerusakan permukaan akibat korosi menjadi salah satu faktor yang membatasi penggunaan material besi pada komponen otomotif. Rekayasa permukaan melalui pelapisan logam dapat digunakan untuk membentuk lapisan pelindung yang memisahkan material dasar dari lingkungan. Penelitian ini mengevaluasi kinerja lapisan chromium yang dibentuk menggunakan metode electroplating pada substrat besi dengan kondisi listrik yang berbeda. Spesimen berupa dudukan plat nomor depan sepeda motor berbahan besi diberi perlakuan electroplating selama 60 menit menggunakan elektrolit berbasis asam kromat dan asam sulfat. Kondisi proses divariasikan pada 5 V–8 A, 6 V–7 A, dan 6 V–8 A. Karakteristik permukaan dievaluasi berdasarkan kandungan chromium yang diperoleh melalui pengujian spektrometer, sedangkan kemampuan perlindungan lapisan ditentukan melalui pengamatan waktu munculnya korosi setelah permukaan diberi 1 mL larutan HCl 32%. Hasil pengujian menunjukkan bahwa ketiga kondisi proses menghasilkan lapisan dengan kandungan chromium sekitar 5,52%, 4,29%, dan 7,31%. Spesimen dengan kondisi 6 V–8 A menghasilkan kandungan chromium tertinggi dan menunjukkan waktu munculnya korosi paling lama, yaitu 15 menit. Setelah kontak dengan HCl, kandungan chromium pada permukaan mengalami perubahan, yang menunjukkan terjadinya interaksi antara lapisan pelindung dan lingkungan korosif. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa pembentukan lapisan chromium melalui electroplating dapat meningkatkan kemampuan permukaan besi dalam menghadapi paparan media korosif. Di antara kondisi yang diteliti, parameter 6 V–8 A memberikan kinerja perlindungan paling baik. Temuan ini menunjukkan bahwa keberhasilan perlindungan permukaan perlu dikaitkan dengan kondisi proses electroplating dan karakteristik lapisan yang dihasilkan, bukan hanya berdasarkan keberadaan chromium pada permukaan.</p>Arif Feriansah
Copyright (c) 2026 Surya Teknika : Jurnal Ilmiah Teknik Mesin
https://jurnal.umpp.ac.id/index.php/surya_teknika/article/view/2565Thu, 17 Sep 2026 00:00:00 +0000Karakterisasi Ukuran, Morfologi, dan Komposisi Partikel Arang Daun Bambu Tutul Hasil High Energy Ball Milling Tipe Shaker Mill
https://jurnal.umpp.ac.id/index.php/surya_teknika/article/view/2566
<p>Pemanfaatan biomassa sebagai bahan dasar material berukuran halus menjadi salah satu pendekatan dalam pengembangan material berbasis sumber daya terbarukan. Daun bambu tutul merupakan salah satu biomassa yang mengandung komponen berbasis karbon dan silika sehingga berpotensi dikembangkan melalui proses reduksi ukuran partikel. Penelitian ini mengevaluasi karakteristik arang daun bambu tutul setelah mengalami proses <em>High Energy Ball Milling</em> (HEM) menggunakan <em>shaker mill</em> dengan variasi rasio ruang kosong tabung terhadap material. Bahan awal berupa daun bambu tutul dikarbonisasi dalam kondisi minim oksigen, dihancurkan, dan diayak hingga lolos ukuran 200 mesh sebelum dimilling. Proses milling dilakukan pada kecepatan 1000 rpm selama 2 juta siklus menggunakan bola baja berdiameter 1/4 inci. Variasi rasio ruang kosong tabung terhadap material yang digunakan adalah 1:1, 1:2, 1:3, dan 1:4. Karakterisasi hasil milling dilakukan menggunakan <em>Particle Size Analyzer</em> (PSA), <em>Scanning Electron Microscope</em> (SEM), dan <em>Energy Dispersive X-ray</em> (EDX). Hasil PSA menunjukkan diameter rata-rata partikel masing-masing sebesar 627,3 nm pada rasio 1:1, 795 nm pada rasio 1:2, 801,2 nm pada rasio 1:3, dan 836,36 nm pada rasio 1:4. Berdasarkan data tersebut, ukuran rata-rata terkecil diperoleh pada rasio 1:1. Pengamatan SEM menunjukkan bahwa material hasil milling pada rasio 1:1 memiliki tampilan yang relatif lebih homogen dibandingkan variasi lainnya. Hasil EDX menunjukkan kandungan unsur karbon tertinggi sebesar 68,47% pada rasio 1:1. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa pengaturan rasio ruang kosong tabung terhadap material memengaruhi karakteristik hasil tumbukan, khususnya ukuran dan morfologi partikel. Arang daun bambu tutul dengan perlakuan milling tersebut menunjukkan potensi untuk dikembangkan sebagai bahan awal dalam pengolahan material karbon dan material berbasis silika.</p>Yoyo Saputro
Copyright (c) 2026 Surya Teknika : Jurnal Ilmiah Teknik Mesin
https://jurnal.umpp.ac.id/index.php/surya_teknika/article/view/2566Thu, 17 Sep 2026 00:00:00 +0000