Surya Teknika : Jurnal Ilmiah Teknik Mesin
https://jurnal.umpp.ac.id/index.php/surya_teknika
<p>Journal title : Surya Teknika : Jurnal Ilmiah Teknik Mesin<br /><a href="https://issn.brin.go.id/terbit/detail/1508906060">E-ISSN : 2598-6198 (online)</a><br />DOI Prefix : <a href="https://doi.org/10.48144/suryateknika.v8i2">10.48144/suryateknika</a><br />Type of peer-review : Double Blind<br />Indexing : <a href="https://scholar.google.com/citations?user=807t_fsAAAAJ&hl=id">Google Scholar</a> , <a href="https://garuda.kemdikbud.go.id/journal/view/27259">Garuda</a> , <a href="https://sinta.kemdikbud.go.id/journals/profile/11143">Shinta</a><br />Frequency : Biannualy (April& Oktober)</p>Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalonganen-USSurya Teknika : Jurnal Ilmiah Teknik Mesin2598-6198PERBANDINGAN SIMULASI PID WATER LEVEL CONTROL MENGGUNAKAN MATLAB SCRIPT DAN SIMULINK
https://jurnal.umpp.ac.id/index.php/surya_teknika/article/view/2271
<p>Pengendalian ketinggian air pada tangki merupakan elemen penting dalam proses industri sehingga diperlukan metode kontrol yang mampu menjaga kestabilan level cairan secara presisi. Penelitian ini melakukan simulasi pengendalian level air menggunakan kontrol <em>Proportional-Integral-Derivative</em> (PID) pada model plant <em>first-order linear tank</em>, dibandingkan melalui dua pendekatan simulasi yaitu pemrograman MATLAB <em>script</em> numerik dan pemodelan blok di Simulink. Parameter PID diperoleh menggunakan metode tuning <em>Ziegler–Nichols</em> dan hasil simulasi menunjukkan bahwa pendekatan berbasis script memiliki kinerja lebih optimal dibandingkan Simulink. Pengujian menggunakan script menghasilkan <em>rise time</em> 2,15 detik, <em>settling time</em> 6,32 detik, <em>overshoot</em> 3,8%, serta <em>steady-state error</em> kurang dari 0,02 m, sedangkan Simulink menunjukkan <em>rise time</em> 3,41 detik, <em>settling time</em> 8,57 detik, dan <em>overshoot</em> 11,4% akibat pengaruh pemilihan solver bawaan (<em>ode45</em>) yang menyebabkan interpolasi internal mempengaruhi karakteristik transien. Secara keseluruhan, pendekatan script meningkatkan <em>rise time</em> sebesar 35% dan menghasilkan error akhir yang mendekati nol, sehingga simulasi numerik matematis dinilai lebih akurat dan dapat dijadikan dasar validasi sebelum implementasi fisik pada sistem kontrol level cairan.</p>Adit MulyanaDesmira DesmiraTita NurdaiyahLaylatul NadirohAhmad Rifa Futu AzimWildan Muzaki
Copyright (c) 2026 Surya Teknika : Jurnal Ilmiah Teknik Mesin
2026-04-292026-04-2910111510.48144/suryateknika.v10i1.2271PENGARUH VARIASI HEATER NOZZLE TERHADAP KUALITAS PRODUK MANGKOK HOYA PLAST MELALUI METODE EKSPERIMEN DI PT. HASTA PRIMA INDUSTRI
https://jurnal.umpp.ac.id/index.php/surya_teknika/article/view/2244
<p>Penelitian ini mengevaluasi dampak variasi suhu heater nozzle pada kualitas mangkok Hoya Plast di PT. Hasta Prima Industri, menentukan suhu optimal untuk meminimalkan cacat. Metode: eksperimen dengan suhu 190°C, 230°C, dan 260°C. Hasil: suhu 230°C menghasilkan kualitas terbaik dengan cacat 1,8%, suhu lain lebih tinggi karena aliran lelehan tidak stabil. Suhu 230°C optimal untuk injection molding. Implikasi industri secara eksplisit: efisiensi produksi meningkat melalui pengurangan limbah dan rework akibat cacat rendah; kualitas massal lebih konsisten untuk standar pasar. Temuan ini menunjukkan pengoptimalan suhu heater nozzle dapat meningkatkan efisiensi produksi dan kualitas massal dalam manufaktur plastik, mendorong inovasi untuk menekan biaya operasional dan mematuhi standar global.</p>Salsabila AuliaDesmira DesmiraWahyu Fajar
Copyright (c) 2026 Surya Teknika : Jurnal Ilmiah Teknik Mesin
2026-04-292026-04-29101162610.48144/suryateknika.v10i1.2244ANALISIS INTEGRASI SENSOR PHOTOELECTRIC DAN VARIABLE FREQUENCY DRIVE PADA SISTEM KONVEYOR DISTRIBUSI PINTU KULKAS DI PT. LG ELECTRONICS INDONESIA
https://jurnal.umpp.ac.id/index.php/surya_teknika/article/view/2396
<p>Penelitian ini menganalisis integrasi <em>Variable Frequency Drive</em> (VFD) dan sensor <em>photoelectric</em> pada sistem konveyor sembilan segmen untuk distribusi pintu kulkas di PT LG Electronics Indonesia. Tujuan penelitian adalah mengevaluasi apakah konfigurasi frekuensi heterogen yang digunakan pada kondisi produksi normal mampu menjaga koordinasi antarsegmen dan mencegah <em>bottleneck </em>pada titik transisi. Penelitian dirancang sebagai studi kasus industri dengan evaluasi kinerja operasional pada level sistem. Data yang digunakan meliputi setpoint frekuensi VFD tiap segmen, observasi fungsional terhadap interlock berbasis deteksi sensor, dan pencatatan <em>bottleneck </em>berbasis siklus selama kondisi <em>steady state</em>. Frekuensi VFD yang teramati berada pada rentang 55–79 Hz dengan rata-rata 62,5 Hz dan simpangan baku 9,30 Hz. Selama 180 siklus pengamatan, tidak ditemukan kejadian <em>bottleneck </em>sehingga kinerja zero-<em>bottleneck </em>dalam jendela observasi mencapai 100%. Temuan ini menunjukkan bahwa logika kontrol terintegrasi VFD–sensor memadai untuk menjaga kestabilan alur material pada kondisi operasi yang diamati. Kontribusi penelitian terletak pada penegasan evaluasi level sistem menggunakan keluaran operasional yang dapat diverifikasi, bukan hanya parameter kelistrikan motor.</p>Sabda Dwi ArvindaIrwanto Irwanto
Copyright (c) 2026 Surya Teknika : Jurnal Ilmiah Teknik Mesin
2026-04-292026-04-29101273710.48144/suryateknika.v10i1.2396ANALISIS KONDISI GENERATOR TRANSFORMER GT 1 BERDASARKAN DISSOLVED GAS ANALYSIS (DGA) MENGGUNAKAN METODE TDCG DI PLTU BANTEN 3 LONTAR
https://jurnal.umpp.ac.id/index.php/surya_teknika/article/view/2393
<p>Minyak transformator berfungsi sebagai media pendingin dan isolasi yang rentan mengalami degradasi akibat tekanan termal dan elektrik selama operasi, sehingga pemantauan kondisinya menjadi penting untuk menjaga keandalan transformator. Degradasi tersebut dapat dideteksi melalui analisis gas terlarut <em>Dissolved Gas Analysis</em> (DGA). Penelitian ini bertujuan menganalisis kondisi minyak Generator Transformer (GT) 1 di PT PLN Indonesia Power UBP Banten 3 Lontar menggunakan metode kuantitatif deskriptif berbasis data DGA dari 10 periode pengujian selama 25 Januari 2024 hingga 2 Juni 2025. Evaluasi dilakukan menggunakan metode <em>Total Dissolved Combustible Gas</em> (TDCG) mengacu pada standar IEEE C57.104-2008. Hasil penelitian menunjukkan nilai TDCG berada pada kisaran 9–435 ppm dengan rata-rata 196 ppm sehingga termasuk dalam Kondisi 1 (<720 ppm) yang mengindikasikan transformator masih beroperasi normal. Namun demikian, terdeteksi tren peningkatan gas karbon monoksida (CO) dan etilena (C₂H₄) yang menunjukkan potensi awal pemanasan lokal. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam pemanfaatan metode TDCG sebagai dasar pemantauan kondisi dan deteksi dini gangguan pada transformator sehingga dapat mendukung upaya pemeliharaan.</p>Apipah ApipahBagus Dwicahyono
Copyright (c) 2026 Surya Teknika : Jurnal Ilmiah Teknik Mesin
2026-04-292026-04-29101385010.48144/suryateknika.v10i1.2393PENGARUH VARIASI SUHU REAKSI MENGGUNAKAN KATALIS ABU SEKAM PADI TERHADAP YIELD DAN KUALITAS FISIK BIODIESEL
https://jurnal.umpp.ac.id/index.php/surya_teknika/article/view/2410
<p>Ketersediaan energi fosil yang semakin terbatas mendorong pengembangan sumber energi alternatif yang berkelanjutan, salah satunya biodiesel. Minyak jelantah merupakan limbah rumah tangga yang berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan baku biodiesel karena ketersediaannya melimpah dan tidak bersaing dengan kebutuhan pangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi suhu reaksi terhadap yield serta kualitas fisik biodiesel yang dihasilkan dari minyak jelantah menggunakan katalis abu sekam padi tanpa modifikasi kimia. Proses pembuatan biodiesel dilakukan melalui reaksi transesterifikasi menggunakan metanol dengan rasio molar minyak terhadap metanol 6:1 dan massa katalis 5 gram. Variasi suhu reaksi yang digunakan yaitu 55°C, 60°C, dan 65°C dengan waktu reaksi 60 menit. Parameter yang dianalisis meliputi yield biodiesel, densitas, dan viskositas kinematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa yield tertinggi diperoleh pada suhu 55°C sebesar 20,66%, kemudian menurun pada suhu 60°C sebesar 20,25% dan 65°C sebesar 19,73%. Nilai densitas biodiesel meningkat seiring kenaikan suhu reaksi dan pada suhu 65°C mencapai 857,9 kg/m³ sehingga telah memenuhi standar SNI 7182:2015, sedangkan pada suhu 55°C dan 60°C masih berada di bawah batas standar. Seluruh variasi suhu menghasilkan nilai viskositas di atas standar yang menunjukkan bahwa proses konversi trigliserida menjadi metil ester belum berlangsung optimal. Secara keseluruhan, rentang suhu 55–60°C memberikan kondisi operasi yang relatif paling stabil dalam menghasilkan biodiesel dengan yield lebih tinggi dan karakteristik fisik yang lebih baik dibandingkan suhu yang lebih tinggi.</p>Riza Muhammad ShofianAsroful AbidinRohimatush Shofiyah
Copyright (c) 2026 Surya Teknika : Jurnal Ilmiah Teknik Mesin
2026-04-292026-04-29101516110.48144/suryateknika.v10i1.2410ANALISIS KEKUATAN RANGKA TRAINER AIR CONDITIONER SINGLE BLOWER MOBIL MITSHUBISHI L-300
https://jurnal.umpp.ac.id/index.php/surya_teknika/article/view/2400
<p>Salah satu aspek yang mendapat perhatian dalam era modern ini adalah kenyamanan, salah satu faktor kenyamanan pada saat di dalam mobil adalah mengenai temperatur serta kualitas udara didalam kabin mobil. Letak geografis Indonesia yang mempunyai kelembaman udara tinggi dan suhu udara yang relatif panas, sehingga penggunaan AC (Air Conditioner) merupakan suatu kebutuhan yang tidak dapat dihindari. Proses pembelajaran AC (Air Conditioner)dilaboratorium dapat dikatakan kurang efektif apabila tidak menggunakan alat peraga atau trainer. Tujuan dalam penelitian ini untuk membuat trainer AC (Air Conditioner)untuk menunjang proses pembelajaran tentang AC (Air Conditioner) dilaboratorium. Dalam penelitian ini, memperhitungkan analisa kekuatan bahan besi hollow yang digunakan untuk pembuatan trainer tersebut. Adapan analisa kekuatan yang di dapatkan kesetimbangan gaya yang bekerja pada tumpuan rangka trainer terhadap beban yang bekerja pada trainer sebesar 400 N. Momen Inersia besi hollow sebesar 7,337 cm4 sedangkan tegangan lentur maksimal adalah 1161, 24 kg/cm2, tegangan geser rata-rata sebesar 13,16 kg/cm2 dan tegangan geser maksimal 29,5 kg/cm2. Berdasarkan perhitungan yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa rangka trainer air conditioner L-300 aman.</p>Akhmad PujionoBudiyono BudiyonoHaikal Haikal Agung Prasetyo
Copyright (c) 2026 Surya Teknika : Jurnal Ilmiah Teknik Mesin
2026-04-292026-04-291016271OPTIMASI DESAIN EVAPORATOR SHELL-AND-TUBE PADA SISTEM ORGANIC RANKINE CYCLE (ORC) SKALA KECIL MENGGUNAKAN METODE TAGUCHI UNTUK PEMANFAATAN PANAS BUANG UMKM
https://jurnal.umpp.ac.id/index.php/surya_teknika/article/view/2248
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan parameter desain evaporator tipe shell-and-tube pada sistem Organic Rankine Cycle (ORC) skala kecil untuk pemanfaatan panas buang pada sektor UMKM. Metode Taguchi digunakan untuk menentukan kombinasi parameter optimum dengan jumlah percobaan minimum melalui rancangan orthogonal array L9 (3³). Parameter yang diteliti meliputi diameter dalam pipa (12, 14, dan 16 mm), panjang pipa (1,5; 2,0; dan 2,5 m), serta laju aliran massa fluida kerja (0,35; 0,42; dan 0,50 kg/s). Evaluasi kinerja dilakukan secara numerik menggunakan perhitungan termodinamika berbasis neraca energi dan perpindahan panas dengan bantuan Microsoft Excel. Parameter keluaran yang dianalisis meliputi laju perpindahan panas, efisiensi termal, dan rasio Signal-to-Noise (S/N) dengan kriteria “larger-is-better”. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi optimum diperoleh pada diameter pipa 12 mm, panjang pipa 2,5 m, dan laju massa 0,50 kg/s, dengan efisiensi termal maksimum sebesar 72,84% dan laju perpindahan panas sebesar 23,10 kW. Analisis ANOVA menunjukkan bahwa laju aliran massa merupakan faktor paling dominan dengan kontribusi sebesar 47,3%, diikuti oleh diameter pipa sebesar 32,8% dan panjang pipa sebesar 19,9%. Hasil ini menunjukkan bahwa metode Taguchi merupakan pendekatan yang efektif dan efisien dalam optimasi desain evaporator ORC dengan kebutuhan komputasi yang rendah. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam pengembangan sistem pemanfaatan panas buang yang ekonomis dan efisien untuk sektor UMKM.</p>Sarifa SorayaKhoirul AnamNobelino Rizka Raksa Nugraha
Copyright (c) 2026 Surya Teknika : Jurnal Ilmiah Teknik Mesin
2026-04-292026-04-291017280SISTEM KENDALI MOTOR TIGA FASA BERBASIS PLC OMRON CP2E-E40DR-A DENGAN METODE DIRECT ON-LINE
https://jurnal.umpp.ac.id/index.php/surya_teknika/article/view/2249
<p>Industri 4.0 erat kaitannya dengan proses produksi, maka kehadirannya tidak terlepas dari pengaruh keilmuan mengenai teknik otomatisasi. Motor induksi 3 fasamerupakan motor yang paling banyak digunakan dalam dunia industri. Untuk beroperasi secara otomatis, motor-motor induksi dikendalikan oleh komponen pengontrol. Pengontrol yang sering digunakan dalam dunia otomasi industri adalah <em>Programmable Logic Controller </em>(PLC). Trainer diperlukan untuk mempermudah mahasiswa dalam pembelajaran mengenai PLC untuk mengontrol motor listrik. Maka dari itu rumusan masalah dalam penulisan penelitian ini adalah bagaimana perancangan trainer sistem kendali motor 3 fasa menggunakan PLC Omron CP2EE40DR-A? serta bagaimana pemanfaatan trainer kendali motor 3 fasa pada proses pembelajaran? Dalam penelitian ini, trainer sistem kendali motor 3 fasa berbasis PLC Omron CP2E-E40DR-A telah dibangun. Penelitian ini menggunakan metode RnD dengan model pengembangan <em>Analysis, Design, Development,</em><em> Implementation, Evaluation </em>(ADDIE). Trainer dirancang sesuai dengan desain <em>box</em> <em>portable </em>yang dapat dibawa dan dipindahkan kemana-mana. Bagian trainer terdiri dari dua bagian yaitu bagian atas (tutup) dan bagian bawah. Pada bagian bawah terdiri dari komponen utama dalam trainer. Bagian ini merupakan bagian diletakkannya PLC, Kontaktor, TOR, dan komponen lainnya. Bagian atas difokuskan sebagai bagian untuk input yang berupa tombol dan output berupa lampu pilot. Hasil implementasi trainer yang disesuaikan dengan <em>jobsheet </em>yang telah dibuat menunjukkan hasil yang baik dengan beberapa evaluasi. Evaluasi tersebut berfokus pada penggunaan trainer yang harus berhati-hati karena penggunaan <em>banana plug </em>menjadikan beberapa bagian bertegangan dan bahaya apabila tersentuh. Selain itu, evaluasi difokuskan pada pengembangan <em>jobsheet</em> yang telah dibuat</p>Ghoni Musyahar
Copyright (c) 2026 Surya Teknika : Jurnal Ilmiah Teknik Mesin
2026-04-292026-04-29101819410.48144/suryateknika.v10i1.2249