Rancang Bangun Pendeteksi Kematangan Pupuk Kandang Dari Kohe Kambing Berbasis Internet of Things
DOI:
https://doi.org/10.48144/suryainformatika.v16i2.2505Keywords:
Internet Of Things, Pupuk, PertanianAbstract
Proses fermentasi pupuk kandang dari kotoran hewan (kohe) kambing memerlukan pemantauan beberapa parameter lingkungan, seperti suhu, kadar air substrat, dan konsentrasi gas amonia, untuk menentukan tingkat kematangan pupuk secara akurat. Penentuan kematangan pupuk secara konvensional masih dilakukan melalui pengamatan organoleptik subjektif terhadap bau, warna, tekstur, dan perabaan suhu, sehingga hasilnya kurang konsisten, berisiko kesalahan, dan membutuhkan waktu relatif lama. Penelitian ini bertujuan merancang dan membangun sistem pendeteksi kematangan pupuk kandang berbasis Internet of Things (IoT) yang mampu melakukan pemantauan kondisi pupuk secara real-time. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan pendekatan Prototyping yang meliputi tahap analisis kebutuhan, perancangan sistem, pembuatan prototipe, pengujian, dan evaluasi. Sistem dikembangkan menggunakan mikrokontroler Wemos D1 Mini yang terintegrasi dengan sensor suhu DS18B20, sensor kelembapan Capacitive Soil Moisture Sensor v2, dan sensor gas amonia MQ-135. Data hasil pembacaan sensor dikirimkan melalui jaringan internet dan ditampilkan pada dashboard berbasis web serta LCD I2C. Penentuan tingkat kematangan pupuk dilakukan secara otomatis menggunakan logika klasifikasi berbasis ambang batas (rule-based threshold) suhu (T <= 30°C), kadar air (M <= 40%), dan amonia (NH3 <= 20 ppm). Hasil pengujian menunjukkan bahwa sensor DS18B20 mampu membaca suhu dengan selisih rata-rata 1,37°C dibanding termometer manual. Nilai kadar air substrat menurun dari 73% (hari ke-1) menjadi 33% (hari ke-14), dan konsentrasi amonia menurun dari 133 ppm menjadi 9 ppm. Pada hari ke-14, sistem secara otomatis mengklasifikasikan status pupuk sebagai "Matang". Pengujian black-box pada dashboard web menunjukkan tingkat keberhasilan 100% dengan success rate pengiriman data 98,5% dan latensi rata-rata 1,2 detik. Sistem ini terbukti meningkatkan efisiensi dan objektivitas penentuan kematangan pupuk organik
References
A. A. Prasetiyo dan R. Puji Astutik, “Implementasi Internet of Things pada Sistem Monitoring Pertanian Cerdas Berbasis ESP8266,” Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi, vol. 15, no. 2, pp. 112–120, 2024.
M. Mujiyanti, S. F. Aisyah, P. Y. Salsabilla, T. R. Darmawan, dan A. Rohid, “Sistem Monitoring Suhu dan Kelembapan Proses Kompos Berbasis IoT,” Jurnal Informatika dan Sistem Cerdas, vol. 8, no. 1, pp. 45–53, 2022.
M. A. Wongo, J. Waworuntu, dan T. Komansilan, “Pengembangan Multimedia Interaktif Pembelajaran Animasi 2D Berbasis Mobile untuk Siswa SMK,” Edutik: Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi, vol. 3, no. 1, pp. 89–98, 2023.
D. Kurniawan dan A. Nugraha, “Monitoring Lingkungan Fermentasi Organik Menggunakan Teknologi Internet of Things,” Jurnal Rekayasa Sistem dan Industri, vol. 11, no. 2, pp. 78–86, 2023.
A. Zuchri, R. Wahyudi, dan S. Hidayat, “Analisis Tingkat Kematangan Kompos Berdasarkan Parameter Fisik dan Kimia,” Jurnal Teknologi Pertanian, vol. 14, no. 1, pp. 55–63, 2021.
F. Saputra dan B. Nugroho, “Rancang Bangun Sistem Monitoring Kompos Organik Berbasis IoT Menggunakan ESP32,” Jurnal Sistem Komputer dan Informatika, vol. 5, no. 3, pp. 201–209, 2024.
R. Puji Astutik dan A. Prasetiyo, “Implementasi Sensor MQ-135 untuk Monitoring Gas Amonia pada Proses Fermentasi Organik,” Jurnal Elektronika dan Instrumentasi, vol. 12, no. 2, pp. 95–103, 2023.
A. Setiawan, B. Santoso, dan R. Hidayat, “Pemanfaatan Sensor DS18B20 untuk Monitoring Suhu Berbasis Mikrokontroler,” Jurnal Teknik Elektro dan Komputer, vol. 10, no. 1, pp. 22–30, 2022.
S. Wibowo dan D. Pratama, “Pengembangan Dashboard Monitoring Berbasis Web pada Sistem Internet of Things,” Jurnal Teknologi Informasi dan Multimedia, vol. 6, no. 2, pp. 134–142, 2023.
Kementerian Pertanian Republik Indonesia, Pedoman Pengolahan Pupuk Organik. Jakarta: Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian, 2022.
A. Susanto, R. Kurniawan, dan M. Fadli, “Monitoring Kelembapan Media Tanam Menggunakan Capacitive Soil Moisture Sensor Berbasis IoT,” Jurnal Informatika dan Teknologi, vol. 9, no. 2, pp. 88–96, 2024.
A. S. Putra dan H. Firmansyah, “Implementasi Wemos D1 Mini pada Sistem Monitoring Lingkungan Berbasis Internet of Things,” Jurnal Teknik Informatika, vol. 13, no. 1, pp. 41–49, 2023.





