Evaluasi Kondisi Komponen dan Strategi Perawatan Sistem Pelumasan Mesin Honda Accord Tahun 1979
DOI:
https://doi.org/10.48144/suryateknika.v7i1.2567Keywords:
kendaraan lama, Honda Accord, perawatan mesin, filter oli, sistem pelumasanAbstract
Sistem pelumasan memiliki peranan penting dalam menjaga keberlangsungan kerja mesin karena pelumas berfungsi mengurangi gesekan, membantu pelepasan panas, membersihkan komponen dari kontaminan, serta membentuk lapisan pelindung pada permukaan yang mengalami kontak. Pada kendaraan yang telah berusia relatif lama, penurunan kondisi komponen sistem pelumasan dapat terjadi akibat keausan, kebocoran, penumpukan endapan, maupun penurunan kualitas pelumas. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kondisi komponen sistem pelumasan pada mesin Honda Accord tahun 1979 serta menentukan tindakan perawatan berdasarkan hasil pemeriksaan aktual. Penelitian dilakukan menggunakan pendekatan deskriptif melalui pemeriksaan langsung terhadap karter, pompa oli, katup pelepas, rotor pompa, saringan pompa, filter oli, dan kondisi pelumas. Evaluasi pompa oli dilakukan dengan pengukuran celah komponen dan pengujian fungsional. Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya kebocoran pada baut pembuangan karter yang ditangani dengan penambahan bahan perapat. Celah antara rotor dalam dan rotor luar pompa oli sebesar 0,15 mm, sedangkan celah antara rotor dengan bodi pompa sebesar 0,05 mm. Kedua nilai tersebut masih berada di bawah batas maksimum pemeriksaan sebesar 0,20 mm sehingga pompa oli dinyatakan masih layak digunakan. Katup pelepas dan saringan pompa juga tidak menunjukkan kondisi yang memerlukan penggantian. Pengujian fungsional menunjukkan pompa masih mampu menghasilkan tahanan/tekanan pada saluran keluar. Sebaliknya, filter oli utama ditemukan mengandung banyak endapan sehingga dilakukan penggantian. Kondisi oli yang berwarna hitam dan relatif encer juga menjadi dasar dilakukannya penggantian pelumas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perawatan sistem pelumasan kendaraan lama lebih tepat dilakukan berdasarkan kondisi aktual masing-masing komponen, sehingga komponen yang masih memenuhi kondisi kerja dapat dipertahankan, sedangkan komponen atau bahan yang mengalami penurunan kondisi ditangani melalui penyetelan, perbaikan, atau penggantian.



