PERANCANGAN DAN EVALUASI SISTEM INSTRUMENTASI MONITORING GAS AMONIA TERINTEGRASI DENGAN KENDALI VENTILASI MEKANIK PADA KANDANG AYAM
DOI:
https://doi.org/10.48144/suryateknika.v9i1.2397Abstract
Kualitas udara dalam kandang ayam merupakan faktor penting yang mempengaruhi kesehatan dan produktivitas ternak, terutama akibat akumulasi gas amonia (NH₃) yang berasal dari dekomposisi kotoran. Penelitian ini bertujuan merancang dan mengevaluasi sistem instrumentasi monitoring gas amonia yang terintegrasi dengan kendali ventilasi mekanik berbasis ambang batas. Sistem menggunakan sensor MQ-135 sebagai pendeteksi konsentrasi amonia dalam satuan ppm dan mikrokontroler ESP32 sebagai unit akuisisi data serta pengendali aktuator kipas ventilasi dengan metode kontrol ON–OFF pada ambang 25 ppm. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sensor mampu mendeteksi konsentrasi amonia pada rentang 3,55–63,58 ppm dengan rata-rata konsentrasi tertinggi sebesar 55,82 ppm pada paparan larutan amonia. Waktu respons sensor rata-rata sebesar 8,06 detik, yang masih berada dalam batas toleransi sistem ventilasi mekanik. Uji lapangan menunjukkan bahwa kandang dengan kepadatan 17,36 ekor/m² menghasilkan konsentrasi 22 ppm, lebih tinggi dibanding kepadatan 8,5 ekor/m² dengan konsentrasi 12 ppm, sehingga menunjukkan adanya pengaruh rasio populasi terhadap akumulasi gas. Sistem ventilasi otomatis mampu menurunkan konsentrasi amonia hingga di bawah 20 ppm dalam waktu 2–4 menit. Secara keseluruhan, sistem yang dikembangkan efektif dalam menjaga kualitas udara kandang dan layak diterapkan pada peternakan ayam skala kecil hingga menengah. Pengembangan lebih lanjut diperlukan melalui kalibrasi sensor yang lebih presisi serta penerapan metode kontrol yang lebih adaptif untuk meningkatkan efisiensi sistem.



