Pengaruh Square Stepping Exercise Terhadap Fungsi Kognitif Pada Lansia di Panti Sosial Tresna Werdha
Keywords:
Square Stepping Exercise, Fungsi Kognitif, Lansia, Aktivitas Fisik, Panti Sosial Tresna WerdhaAbstract
Latar belakang: Penurunan fungsi kognitif merupakan masalah umum yang terjadi pada
lansia akibat proses penuaan, yang memengaruhi memori, perhatian, dan fungsi
eksekutif. Intervensi non-farmakologis seperti Square Stepping Exercise (SSE) dianggap
efektif dalam meningkatkan fungsi kognitif melalui integrasi aktivitas fisik dan stimulasi
kognitif. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Square Stepping
Exercise (SSE) terhadap fungsi kognitif pada lansia di Panti Sosial Tresna Werdha Budi
Mulia 2. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre
eksperimental menggunakan metode one-group pretest–posttest. Sampel penelitian
berjumlah 35 lansia yang dipilih menggunakan teknik multistage sampling. Fungsi
kognitif diukur menggunakan Mini-Mental State Examination (MMSE). Analisis data
dilakukan menggunakan uji Wilcoxon. Hasil Penelitian: Karakteristik responden
didominasi oleh laki-laki sebanyak 18 responden (51,4%) dan kelompok usia 65–74 tahun
sebanyak 29 responden (82,9%). Nilai mean fungsi kognitif pretest sebesar 22,06 dengan
standar deviasi 4,359 dan posttest meningkat menjadi 25,17 dengan standar deviasi 3,650.
Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai p-value sebesar 0,001 (<0,05), yang menyatakan
terdapat pengaruh Square Stepping Exercise (SSE) terhadap fungsi kognitif pada lansia.
Simpulan: Square Stepping Exercise (SSE) memiliki pengaruh yang signifikan dalam
meningkatkan fungsi kognitif pada lansia dan dapat digunakan sebagai intervensi non
farmakologis untuk mempertahankan serta meningkatkan fungsi kognitif lansia.






