Jurnal Ilmiah Kesehatan https://jurnal.umpp.ac.id/index.php/jik <div id="journalDescription"> <p align="justify">Journal title : Jurnal Ilmiah kesehatan<br />ISSN : <a href="https://issn.lipi.go.id/terbit/detail/1180425291">1978-3167</a> (e) <a href="https://issn.lipi.go.id/terbit/detail/1488253586">2580-135X</a> (p)<br />DOI Prefix : 10.48144/jik<br />Type of peer-review : Single blind<br />Indexing : Google Scholar<br />Frequency : Biannualy (Maret &amp; September)</p> </div> en-US aisyahrisqidewi@gmail.com (Risqi Dewi Aisyah) wezleng@yahoo.co.id (Halim Indra Kusuma) Mon, 03 Oct 2022 00:00:00 +0000 OJS 3.2.1.4 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 Uji efektivitas ekstrak etanol pelepah pisang susu terhadap penyembuhan luka sayat pada punggung kelinci https://jurnal.umpp.ac.id/index.php/jik/article/view/1126 <p>Abstrak<br>Luka sayat adalah luka akibat benda atau alat yang bermata tajam, terjadi dengan suatu tekanan ringan dan goresan pada permukaan tubuh. Pengobatan secara tradisional pada luka sayat memiliki keterbatasan seperti pengobatan yang hanya digunakan untuk luka ringan dan proses penyembuhan yang cukup lama. Pelepah pisang susu biasanya digunakan oleh masyarakat untuk penyembuhan luka sayat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ekstrak etanol pelepah pisang susu (Musa acuminata Colla. var. Silk) terhadap proses penyembuhan luka sayat pada punggung kelinci. Metode ekstraksi dalam penelitian ini menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 96%. Kadar sampel yang digunakan adalah 10%, 20% dan 30%. Uji daya sembuh pada luka punggung kelinci dilakukan dengan diberikan perlakuan menggunakan sampel dan kontrol positif selama 14 hari. Data yang diperoleh adalah penurunan luas permukaan luka sayat pada punggung kelinci. Data dianalisis menggunakan metode Kruskal Wallis. Dapat disimpulkan hasil penelitian menunjukan bahwa ekstrak etanol pelepah pisang mempunyai efektivitas daya sembuh luka sayat pada punggung kelinci. Konsentrasi ekstrak 30% mempunyai efektivitas daya sembuh luka sayat paling optimal.</p> Mia Melati, W Wirasti, Nuniek Nizmah, S Slamet Copyright (c) 2022 Jurnal Ilmiah Kesehatan https://jurnal.umpp.ac.id/index.php/jik/article/view/1126 Mon, 03 Oct 2022 00:00:00 +0000 Pengaruh Konseling Apoteker Terhadap Kepatuhan Pengobatan dan Outcome Klinis Pasien DM Tipe 2 Puskesmas Mulyoharjo https://jurnal.umpp.ac.id/index.php/jik/article/view/1127 <p>Diabetes mellitus merupakan penyakit yang ditandai dengan terjadinya hiperglikemia dan gangguan metabolism karbohidrat, lemak, dan protein yang dihubungkan dengan kekurangan secara absolut atau relatif dari kerja atau sekresi insulin. Kegagalan terapi DM disebabkan oleh kurangnya kemampuan pasien dalam melakukan manajemen diri termasuk ketidakpatuhan penggunaan obat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pengaruh konseling apoteker di Puskesmas Mulyoharjo. Penelitian ini merupakan penelitian pre-experimental design dengan menggunakan data pendekatan yang bersifat prospektif dan dianalisis dengan uji normalitas, uji paired sample t-test, dan uji chi-square. Sampel yang digunakan pada penelitian ini berjumlah 54 responden. Hasil penelitian ini memberikan gambaran kepatuhan pasien terjadi peningkatan kepatuhan pengobatan dengan kategori rendah 100% menjadi 22,2%, kategori sedang 0% menjadi 64,8%, dan kategori tinggi 0% menjadi 12,9%. Dan hasil dari outcome klinis memberikan penurunan rata-rata kadar gula darah dari 225,69 menjadi 190,98, dibuktikan dengan uji parametric paired sample t-test dengan nilai p=0,000 (p&lt;0,05), dan kesimpulan penelitian ini yaitu terdapat pengaruh konseling apoteker terhadap kepatuhan pengobatan pasien DM. Adapun saran dari penelitian ini yaitu perlu dilakukan penelitian lanjutan untuk melihat kepatuhan keseluruhan terapi pengobatan pasien diabetes mellitus hingga penderita sembuh atau dapat melihat kualitas hidup yang lebih baik, dan puskesmas diharapkan mampu meningkatkan segi pelayanan kesehatan khususnya kegiatan konseling untuk meningkatkan kepatuhan pasien dalam mengkonsumsi obat.</p> Rahmadha Syifannisa, Ainun Muthoharoh, Wulan Agustin Ningrum, St Rahmatullah Copyright (c) 2022 Jurnal Ilmiah Kesehatan https://jurnal.umpp.ac.id/index.php/jik/article/view/1127 Mon, 03 Oct 2022 00:00:00 +0000 Peran Posyandu Dalam Memantau Pertumbuhan Dan Perkembangan Balita https://jurnal.umpp.ac.id/index.php/jik/article/view/1231 <table width="568"> <tbody> <tr> <td width="568"> <p><strong>Abstract</strong></p> </td> </tr> <tr> <td width="568"> <p>Health development can increase awareness, ability and willingness to live a healthy life that will realize optimal public health status. A mother's assumption about posyandu as a place to weigh is not to monitor her child's growth and development. The mother's assumption is due to lack of knowledge about the function of the posyandu so that the growth and development of toddlers is not monitored. This study was to determine the knowledge and attitudes of mothers of children under five about the growth and development of children under five at the posyandu. This type of correlation research uses a cross sectional design, carried out in June-July 2022 at Poyandu RW 5, Bongsari Village, Semarang City. The population is mothers who have children under five aged 1-5 years as many as 250 respondents and the sample is 65 respondents. The sampling technique used was purposive sampling. The results show that respondents with less knowledge level are 31 respondents (47.7%); and poor attitude as many as 37 respondents (56.9%); it is known that p value = 0.001 means that there is a relationship between knowledge and attitudes of mothers of children under five about growth and development of children under five in posyandu RW 5, Bongsari sub-district, Semarang City; Suggestions to the community, especially mothers who have toddlers, are expected to always be active and visit the posyandu so that the growth and development of their toddlers is monitored</p> <p>Keywords: Knowledge, Attitude, Active Visit</p> </td> </tr> <tr> <td width="568"> <p>&nbsp;</p> </td> </tr> <tr> <td width="568"> <p>Abstrak</p> </td> </tr> <tr> <td width="568"> <p>Pembangunan kesehatan dapat meningkatkan kesadaran, kemampuan dan kemauan untuk hidup sehat akan mewujudkan derajat kesehatan masyarakat yang optimal. Asumsi seorang ibu tentang posyandu sebagai tempat menimbang bukan untuk memantau tumbuh kembang anaknya. Anggapan ibu tersebut dikarenakan pengetahuan yang kurang tentang fungsi posyandu sehingga tumbuh kembang balitanya kurang terpantau. Penelitian ini untuk mengetahui pengetahuan dan sikap ibu balita tentang pertumbuhan dan perkembangan balita di posyandu. Jenis penelitian korelasi menggunakan rancangan <em>cross sectional</em>, dilaksanakan pada bulan Juni-Juli 2022 di Poyandu RW 5 Kelurahan Bongsari&nbsp; kota Semarang. Populasinya ibu yang memiliki anak balita usia 1-5 tahun sebanyak 250 responden dan sampelnya&nbsp; 65 responden.&nbsp; Teknik sampling yang digunakan <em>purposive sampling. </em>Hasilnya menunjukan bahwa responden dengan tingkat pengetahuannya kurang sebanyak 31 responden (47.7%); dan sikapnya kurang sebanyak 37 responden (56.9%); diketahui <em>p value</em>=0.001 berarti bahwa ada hubungan antara pengetahuan dan sikap ibu balita tentang pertumbuhan dan perkembangan balita di posyandu RW 5 kelurahan Bongsari Kota Semarang; Saran pada masyarakat khususnya ibu yang mempunyai balita diharapkan selalu aktif dan berkunjung ke posyandu agar tumbuh kembang balitanya terpantau.</p> <p><br>Kata Kunci&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; : Pengetahuan, Sikap, Keaktifan Kunjungan</p> </td> </tr> </tbody> </table> Sri Rahayu, Dena Nur Rahmatika Copyright (c) 2022 https://jurnal.umpp.ac.id/index.php/jik/article/view/1231 Mon, 03 Oct 2022 00:00:00 +0000 Pelatihan MPKP untuk Meningkatkan Pengetahuan Perawat tentang MPKP di RSJ Grhasia Yogyakarta https://jurnal.umpp.ac.id/index.php/jik/article/view/1142 <p>The professional nursing practice model (MPKP) is one of the efforts to improve the quality of nursing services. Knowledge is one of the important factors to support the optimal implementation of MPKP. The purpose of this study was to increase nurses' knowledge about MPKP and the implementation of MPKP in Grhasia Hospital through MPKP training. This research is a quantitative research with a pre-experimental design. The approach used is one group pretest and posttest design. Respondents in this study were all 37 Grhasia Hospital nurses who attended MPKP training. the average knowledge of nurses about MPKP before the training was 71.62, then after the MPKP training the average knowledge of nurses became 128.11. The results of the normality test showed that there was an abnormal distribution of the data so that the bivariate analysis used the Wilcoxon test. Based on the results of the Wilcoxon test, a p-value of 0.000 was obtained, so it can be concluded that MPKP training can increase nurses' knowledge about MPKP. Researchers consider it necessary to do further research on the implementation of MPKP in Grhasia Hospital Yogyakarta.</p> Hadi Pramono, S Sudiharja, Unang Suryana Copyright (c) 2022 Jurnal Ilmiah Kesehatan https://jurnal.umpp.ac.id/index.php/jik/article/view/1142 Mon, 03 Oct 2022 00:00:00 +0000 - Antioksidan Ekstrak Etanol dan Fraksi Akar Rhyzopora stylosa Metode ABTS dan FRAP https://jurnal.umpp.ac.id/index.php/jik/article/view/1148 <p>Rhyzopora stylosa atau sering disebut bakau kecil oleh masyarakat pesisir sering digunakan untuk mengobati berbagai macaam penyakit diantaranya&nbsp; diabetes, ulkus, diare analgetik, radang, nyeri dan mempercepat penyembuhan luka. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti kadar senyawa flavonoid dalam ekstrak etanol akar Rhyzopora stylosa dengan metode komplek AlCl3 dan aktivitas antioksidan dengan metode ABTS&nbsp; (2,2 azinobis (3-etilbenzotiazolin)-6-asam sulfonat) dan FRAP (Ferric Reducing Antioxidant Power) terhadap ekstrak etanol dan 3 fraksi akar Rhyzopora stylosa. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi dengan etanol 96% sebagai pelarut. Fraksinasi dilakukan dengan partisi cair-cair dengan pelarut etanol, n-heksane dan etil asetat. Penetapan kadar flavonoid diukur dengan komplek AlCl<sub>3</sub> dengan kuersetin sebagai baku pembanding. Aktivitas antioksidan ditentukan dengan metode ABTS dan FRAP. Dari pengujian kadar flavonoid didapatkan hasil&nbsp; kadar flavonoid dalam ektrak etanol akar Rhyzopora stylosa sebesar 18.803 ± 0.198 QE. Aktivitas antioksidan dengan metode ABTS dan FRAP didapatkan fraksi etil asetat memiliki aktivitas antioksidan tertinggi dengan nilai masing-masing 18,553 ± 1,440 ppm dan 24.636 ± 0.128 mgAAE/g. Berdasarkan tabel aktivitas antioksidan fraksi etil asetat termasuk dalam kategori antioksidan yang sangat kuat karena kurang dari 50 ppm</p> Danang Raharjo, Tiara Ajeng Listyani, Dwi Bagus Pambudi Copyright (c) 2022 Jurnal Ilmiah Kesehatan https://jurnal.umpp.ac.id/index.php/jik/article/view/1148 Mon, 03 Oct 2022 00:00:00 +0000 PENGARUH EDUKASI SYNCOPE DENGAN METODE JIGSAW TERHADAP TINGKAT KESIAPAN PENANGANAN PERTAMA SYNCOPE PADA SISWA JURUSAN ASISTEN KEPERAWATAN https://jurnal.umpp.ac.id/index.php/jik/article/view/1149 <p><em>Syncope </em>adalah hilangnya kesadaran dan kekuatan postural tubuh secara mendadak akibat berkurangnya aliran darah ke otak yang dapat terjadi pemulihan secara spontan. Ketidaktepatan penanganan pertama <em>syncope </em>berdampak cedera atau bahkan kematian. Hal tersebut disebabkan karena kurangnya pengetahuan dan kesiapan. Edukasi metode <em>jigsaw</em> merupakan salah satu upaya untuk memberikan informasi melalui diskusi dan kolaborasi dengan teman yang berlatar belakang berbeda. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh edukasi <em>syncope</em> dengan metode <em>jigsaw</em> terhadap tingkat kesiapan penanganan pertama <em>syncope</em> pada siswa jurusan asisten keperawatan. Desain penelitian ini adalah <em>quasi experiment</em> dengan <em>pre and post test without control</em>. Pengambilan sampel menggunakan&nbsp; <em>total sampling</em> sejumlah 44 siswa namun sampai akhir penelitian jumlah sampel adalah 39 responden dikarenakan 5 responden masuk ke kriteria <em>drop out</em>. Kesiapan penanganan pertama <em>syncope</em> sebelum diberikan intervensi mayoritas dalam kategori tidak siap dengan 26 responden (66,7%) dan sisanya dalam ketegori siap dengan 13 responden (33,3%). Setelah diberikan intervensi, kesiapan penanganan pertama <em>syncope</em> dalam kategori siap dengan 39 responden (100%). Uji analisa menggunakan <em>wilcoxon test</em>. Hasil analisis uji <em>wilcoxon test</em> menunjukan <em>p =</em> 0,000 (<em>p</em> &lt; 0,05) yang artinya ada pengaruh edukasi <em>syncope</em> dengan metode <em>jigsaw</em> terhadap tingkat kesiapan penanganan pertama <em>syncope</em> pada siswa jurusan asisten keperawatan.</p> Tasya Hanarul Jesyifa, Noor Fitriyani Copyright (c) 2022 Jurnal Ilmiah Kesehatan https://jurnal.umpp.ac.id/index.php/jik/article/view/1149 Mon, 03 Oct 2022 00:00:00 +0000 E, Efektifitas EFEKTIFITAS TERAPI RENDAM KAKI DENGAN REMPAH TERHADAP KUALITAS TIDUR IBU BEKERJA https://jurnal.umpp.ac.id/index.php/jik/article/view/1150 <p>Stres banyak terjadi pada ibu bekerja, karena tuntutan menyelesaikan pekerjaan di rumah juga pekerjaan.kantor. Dampak negatif stres kerja berupa gangguan kualitas tidur yang&nbsp; mengakibatkan penurunan produktivitas kerja. Kualitas tidur yang buruk mengakibatkan gangguan keseimbangan fisiologi dan psikologis, sedangkan kualitas tidur yang baik menimbulkan perasan senang, energik, tubuh lebih bugar, dan meningkatkan imunitas. Upaya untuk memperbaiki kualitas tidur diberikan rendam kaki dengan rempah, karena selain dapat merilekkan otot-otot kaki setelah seharian bekerja, juga wangi rempah-rempah merangsang kerja syaraf melalui nervus olfactorius untuk menekan kerja <em>retikulo activiting system.</em> Tujuan penelitian untuk mengetahui efektifitas terapi rendam kaki dengan rempah terhadap kualitas tidur ibu yang bekerja. Metode yang dilakukan dengan pre-experiment dengan one group pre-post test desain. Responden berjumlah 30 orang ibu bekerja dengan teknik purposive sampling. Instrumen kualitas tidur yang digunakan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) versi bahasa Indonesia. Analisis bivariat dengan uji Wilcoxon. Hasil penelitian pemberian terapi rendam kaki dengan rempah efektif dalam meningkatkan kualitas tidur ibu bekerja dengan nilai p-value 0,002 &lt; α (0.05). Untuk itu perlu dilakukan edukasi kepada masyarakat yang lebih luas yang memiliki masalah kualitas tidur, seperti edukasi melalui media poster tentang pemberian terapi rendam kaki dengan rempah yang memiliki manfaat dalam meningkatkan kualitas tidur.</p> Sri Mulyati Rahayu, Vina Vitniawati Copyright (c) 2022 Jurnal Ilmiah Kesehatan https://jurnal.umpp.ac.id/index.php/jik/article/view/1150 Mon, 03 Oct 2022 00:00:00 +0000 Analgetik Power Test Of Herba Katuk (Sauropus androgynus) Ethanol Extract On Mice (Mus musculus) With Acetic Acid Induction https://jurnal.umpp.ac.id/index.php/jik/article/view/1183 <p>. Indonesia is a country with an abundance of potential natural resources. Herbaceous plants, which are found in forests and are smaller than trees or shrubs, have moist stems, and are not woody, are one type of plant utilized in traditional medicine. Katuk is a herbaceous plant that belongs to the Euphorbiaceae family. This study aims to examine the analgesic effectiveness of katuk herb (Sauropus androgynus) in mice (<em>Mus musculus</em>) compared to diclofenac sodium.</p> <p>The method used for the analgesic test is the stretching method. Twenty-five mice were separated into five groups, each with five mice in a row, namely positive control (diclofenac sodium), negative control (Na-CMC 0,5%), dose 1 (8.4 mg/20 g BW), dose 2 (11.2 mg/20 g BW), and dose 3 (14 mg/20 g BW). Each group was administered the test material orally, then 1 percent acetic acid intraperitoneally 30 minutes later, and the number of stretches was counted every 15 minutes for 90 minutes.</p> <p>The results obtained were analyzed using one way ANOVA test. The test results revealed that the higher the dose of katuk herbs given, the better the analgesic effect. Based on the ANOVA test and LSD test, katuk herb at dose 3 had a higher effectiveness than the positive control and the treatment group at dose 1, and dose 2.</p> Nur Meina Anjeli, Nur Mahdi, Ani Agustina Copyright (c) 2022 Jurnal Ilmiah Kesehatan https://jurnal.umpp.ac.id/index.php/jik/article/view/1183 Tue, 04 Oct 2022 00:00:00 +0000