https://jurnal.umpp.ac.id/index.php/jik/issue/feedJurnal Ilmiah Kesehatan2026-10-19T00:00:00+00:00Risqi Dewi Aisyah[email protected]Open Journal Systems<div id="journalDescription"> <p align="justify">Journal title : Jurnal Ilmiah kesehatan<br />ISSN : <a href="https://issn.lipi.go.id/terbit/detail/1180425291">1978-3167</a> (e) <a href="https://issn.lipi.go.id/terbit/detail/1488253586">2580-135X</a> (p)<br />DOI Prefix : 10.48144/jik<br />Type of peer-review : Single blind<br />Indexing : Google Scholar<br />Frequency : Biannualy (Maret & September)</p> </div>https://jurnal.umpp.ac.id/index.php/jik/article/view/2455The Effect of Ozonated Water as an Environmentally Friendly Disinfectant on Reducing Staphylococcus aureus Colonies2026-09-25T01:45:13+00:00Nur Chabibah[email protected]Wirasti Wirasti[email protected]<p>One way to eradicate pathogenic bacteria is by spraying disinfectants. This activity has become a ruin during the Corona-19 pandemic. The World Health Organization or WHO has banned the use of disinfectants made from alcohol, chlorine and ozone gas because they cause side effects such as being destructive and irritating. The method which according to previous research is considered safe is ozonated water which is a strong oxidizing agent for killing bacteria, viruses and fungi. In this research, a disinfectant based on hydroxyl radical (-OH) was formulated and evaluated against Staphylococcus aureus bacteria. The antimicrobial test was carried out using the spray method on liquid and solid media in which Staphylococcus aureus had been cultured. On solid media, the number of colonies in each test was calculated with the negative contrast. Spraying was carried out 1 to 5 times with repetition every 2 hours, the spray particle size was 0.2 mm. Evaluation results from testing changes in the number of colonies both quantitatively and qualitatively in the number of Staphylococcus aureus colonies (p-value: 0.000). The conclusion of this research is that ozonated water can be applied as an environmentally friendly disinfectant in room applications using spray techniques. Spray formulation 2-3 times.</p>2026-09-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmiah Kesehatanhttps://jurnal.umpp.ac.id/index.php/jik/article/view/2464The Role of Exclusive Breastfeeding in Supporting Gross Motor Development Among Children Aged 0–24 Months2026-09-25T02:09:22+00:00Azzahra Dwi Amanda[email protected]<p>Background: Gross motor development is an important indicator of child growth and development during the first two years of life. One factor that may influence gross motor development is exclusive breastfeeding, which provides essential nutrients for neurological and physical growth.<br>Objective: This study aimed to analyze the role of exclusive breastfeeding in supporting gross motor development among children aged 0–24 months through a literature review approach.<br>Methods: This study employed a Narrative Literature Review design. Articles were searched through Google Scholar, Garuda, and accredited national journals using the keywords "exclusive breastfeeding," "gross motor development," and related terms. A total of 8 articles published between 2020 and 2025 that met the inclusion criteria were analyzed.<br>Results: Most studies indicated a positive relationship between exclusive breastfeeding and gross motor development in children aged 0–24 months. Children who received exclusive breastfeeding tended to achieve gross motor milestones more optimally than those who did not. However, gross motor development was also influenced by other factors, including nutritional status, environmental stimulation, parental education, and socioeconomic conditions.<br>Conclusion: Exclusive breastfeeding plays an important role in supporting gross motor development among children aged 0–24 months. Nevertheless, optimal child development requires not only adequate nutrition through breastfeeding but also supportive environmental and developmental factors.<br>Keywords: Exclusive breastfeeding, gross motor development, child development, infants, literature review</p>2026-09-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmiah Kesehatanhttps://jurnal.umpp.ac.id/index.php/jik/article/view/2560Pengaruh Edukasi AI Chatbot Serasi Terhadap Kecemasan Remaja Dengan Gangguan Siklus Menstruasi Di SMPN 2 Palang Tuban2026-09-25T01:51:33+00:00Elva Lusianawati[email protected]<p><span style="font-weight: 400;">Menstruasi merupakan proses fisiologis yang menandai kematangan organ reproduksi remaja putri, sedangkan ketidakteraturan siklus pada masa awal setelah <em>menarche</em> dapat menimbulkan kekhawatiran ketika remaja belum memiliki pemahaman yang memadai. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh edukasi <em>AI chatbot</em> SERASI terhadap kecemasan remaja dengan gangguan siklus menstruasi di SMPN 2 Palang Tuban. Penelitian menggunakan desain pre-eksperimental dengan pendekatan <em>one group pretest-posttest</em>. Populasi penelitian adalah seluruh siswi kelas VII SMPN 2 Palang pada Maret–April 2026 sebanyak 90 siswi, dengan sampel 74 responden yang dipilih menggunakan simple random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner GAD-7, sedangkan intervensi edukasi AI chatbot SERASI diberikan melalui WhatsApp selama satu bulan. Sebelum intervensi, 49 responden (66,2%) berada pada kategori kecemasan ringan; 16 responden (21,6%) tidak mengalami kecemasan, 7 (9,5%) mengalami kecemasan sedang, dan 2 (2,7%) mengalami kecemasan berat. Setelah intervensi, 36 responden (48,6%) tidak mengalami kecemasan, 31 (41,9%) mengalami kecemasan ringan, 7 (9,5%) mengalami kecemasan sedang, dan tidak ditemukan kecemasan berat. Uji <em>Wilcoxon Signed Rank Test</em> menunjukkan p=0,000 (p<0,05), dengan rata-rata skor kecemasan menurun dari 1,93 menjadi 1,61. Hasil tersebut menunjukkan bahwa edukasi <em>AI chatbot</em> SERASI berpengaruh terhadap kecemasan remaja dan dapat digunakan sebagai media pendukung edukasi kesehatan reproduksi yang mudah diakses dan sesuai dengan karakteristik remaja, tanpa menggantikan peran bidan dalam pengkajian, pemeriksaan, dan tindak lanjut.</span></p>2026-09-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmiah Kesehatanhttps://jurnal.umpp.ac.id/index.php/jik/article/view/2494Kepatuhan dan frekuensi konsumsi obat antidiabetik : pengaruhnya pada kontrol gula darah DM tipe 2 2026-09-25T01:55:23+00:00Eka Ainaini[email protected]<p>Diabetes melitus tipe 2 merupakan penyakit metabolik kronis yang ditandai dengan meningkatnya kadar glukosa darah akibat gangguan sekresi maupun kerja insulin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan frekuensi dan kepatuhan minum obat terhadap kadar glukosa darah pada pasien diabetes melitus tipe 2. Penelitian menggunakan metode deskriptif analitik dengan desain <em>cross-sectional</em> pada 97 responden yang dipilih menggunakan <em>purposive sampling</em>. Data diperoleh melalui kuesioner <em>Medication Adherence Report Scale</em> (MARS-5) dan rekam medis pasien. Analisis dilakukan menggunakan uji <em>chi-square</em>. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara frekuensi minum obat dengan kepatuhan minum obat serta hubungan signifikan antara kepatuhan minum obat dengan kadar glukosa darah (p<0,05). Responden dengan kepatuhan tinggi cenderung memiliki kadar glukosa darah yang lebih terkontrol. Kesimpulannya, frekuensi dan kepatuhan minum obat berhubungan dengan kadar glukosa darah pada pasien diabetes melitus tipe 2.</p>2026-09-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmiah Kesehatanhttps://jurnal.umpp.ac.id/index.php/jik/article/view/2220TEST ON THE EFFECTIVENESS OF GUAVA LEAF ETHANOL EXTRACT (Syzygium aqueum) ON THE HEALING OF CUT WOUNDS IN WHITE RABBITS (Oryctolagus cuniculus)2026-09-25T02:04:26+00:00Fani Nur Fauziah[email protected]<p>Salah satu alternatif penyembuhan luka sayat ialah dengan memanfaatkan ekstrak daun jambu air, yang diketahui mengandung senyawa bioaktif seperti flavonoid, alkaloid, tanin, saponin, dan fenolik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas dan menentukan konsentrasi terbaik dari ekstrak etanol daun jambu air dalam penyembuhan luka sayat pada punggung kelinci. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium dengan metode ekstraksi maserasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas penyembuhan luka sayat pada konsentrasi 5% tercapai pada hari ke-13, konsentrasi 10% pada hari ke-12, dan konsentrasi 20% pada hari ke-10. Analisis statistik menggunakan uji One Way Anova menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok perlakuan dengan nilai p=0,000 (p<0,05). Efektivitas penyembuhan luka sayat tertinggi ditunjukkan oleh konsentrasi 20%. Dengan demikian, semakin tinggi konsentrasi ekstrak etanol daun jambu air, semakin efektif penyembuhan luka sayatnya.<br><br></p>2026-09-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmiah Kesehatanhttps://jurnal.umpp.ac.id/index.php/jik/article/view/2290Pengaruh Ekstrak Etanol Daun Kelor (Moringa Oleifera Lam.) Terhadap Mikroalbuminuria Pada Tikus Yang Diinduksi Streptozotocin-Nikotinamid 2026-09-25T01:59:00+00:00Franz Navirius[email protected]<p>Diabetes mellitus (DM) tipe 2 dapat menyebabkan komplikasi mikrovaskuler adanya penyumbatan pada pembuluh darah kecil, seperti DM nefropati. Mikroalbuminuria merupakan penanda awal gangguan ginjal pada DM nefropati. Salah satu tanaman tradisional yang dapat digunakan untuk mengatasi DM adalah daun kelor (<em>Moringa Oleifera </em>Lam.), dengan senyawa aktif flavonoid, tanin dan saponin. Tujuan dari penelitian untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak etanol daun kelor dalam menurunkan mikroalbuminuria. Penelitian ini menggunakan 35 ekor tikus putih jantan galur wistar yang diinduksi STZ-NA secara intra peritoneal dengan dosis 45 mg/kg BB dan 110 mg/kg BB, dibagi menjadi 7 kelompok. Tikus terindikasi DM selama 15 hari setelah diinduksi STZ-NA dan diberikan ekstrak selama 14 hari. Sediaan uji diberikan secara oral. Parameter yang diukur adalah kadar mikoalbuminuria. Analisa data menggunakan metode ANOVA dilanjutkan uji LSD Post Hoc. Hasil analisis statistik kadar mikroalbuminuria terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok ekstrak 100, 200, 400 mg/kgbb dengan kelompok negatif yang berarti kelompok ekstrak mempunyai efek terhadap penurunan kadar mikroalbuminuria namun masih lebih baik kelompok glibenklamid dan pioglitazone.</p>2026-09-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmiah Kesehatanhttps://jurnal.umpp.ac.id/index.php/jik/article/view/2474Pengaruh Square Stepping Exercise Terhadap Fungsi Kognitif Pada Lansia di Panti Sosial Tresna Werdha2026-09-25T01:53:09+00:00Meytasya Dava Rahmadewi[email protected]<p><strong>Latar belakang</strong>: Penurunan fungsi kognitif merupakan masalah umum yang terjadi pada <br>lansia akibat proses penuaan, yang memengaruhi memori, perhatian, dan fungsi <br>eksekutif. Intervensi non-farmakologis seperti <em>Square Stepping Exercise</em> (SSE) dianggap <br>efektif dalam meningkatkan fungsi kognitif melalui integrasi aktivitas fisik dan stimulasi <br>kognitif. <strong>Tujuan</strong>: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh <em>Square Stepping </em><br><em>Exercise</em> (SSE) terhadap fungsi kognitif pada lansia di Panti Sosial Tresna Werdha Budi <br>Mulia 2. <strong>Metode</strong>: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain <em>pre</em><br>eksperimental menggunakan metode o<em>ne-group pretest–posttest</em>. Sampel penelitian <br>berjumlah 35 lansia yang dipilih menggunakan teknik <em>multistage sampling</em>. Fungsi <br>kognitif diukur menggunakan <em>Mini-Mental State Examination</em> (MMSE). Analisis data <br>dilakukan menggunakan uji Wilcoxon. <strong>Hasil Penelitian</strong>: Karakteristik responden <br>didominasi oleh laki-laki sebanyak 18 responden (51,4%) dan kelompok usia 65–74 tahun <br>sebanyak 29 responden (82,9%). Nilai <em>mean</em> fungsi kognitif <em>pretest</em> sebesar 22,06 dengan <br>standar deviasi 4,359 dan <em>posttest</em> meningkat menjadi 25,17 dengan standar deviasi 3,650. <br>Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai <em>p-value</em> sebesar 0,001 (<0,05), yang menyatakan <br>terdapat pengaruh <em>Square Stepping Exercise</em> (SSE) terhadap fungsi kognitif pada lansia. <br><strong>Simpulan</strong>: <em>Square Stepping Exercise</em> (SSE) memiliki pengaruh yang signifikan dalam <br>meningkatkan fungsi kognitif pada lansia dan dapat digunakan sebagai intervensi non<br>farmakologis untuk mempertahankan serta meningkatkan fungsi kognitif lansia.</p>2026-09-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmiah Kesehatanhttps://jurnal.umpp.ac.id/index.php/jik/article/view/2389Antihypertensive Potential of Compounds Targeting Angiotensin-Converting Enzyme and L-Type Calcium Channels in Humans: a Molecular Docking Study2026-09-25T01:49:14+00:00Reza Alrayan[email protected]Ismanurrahman Hadi[email protected]Rizka Islamia Bashori[email protected]Andrian Hoerul Anwar [email protected]Khairun Nisa[email protected]Cut Fatia Ulfa[email protected]Friska Aprianti[email protected]Yusnita[email protected]<p>Hypertension is one of the major cardiovascular diseases, significantly contributing to global morbidity and mortality. Inhibition of Angiotensin-Converting Enzyme (ACE) and modulation of L-type calcium channels (Cav1.3) are two critical targets in antihypertensive therapy. This study aimed to explore the antihypertensive potential of bioactive compounds from Orthosiphon stamineus using an in silico approach, employing molecular docking against ACE (PDB ID: 7Q26) and Cav1.3 (PDB ID: 8E59), and evaluating their pharmacokinetic and toxicity profiles. Molecular docking was performed using AutoDock Vina within the PyRx software, with ligand–protein interactions analyzed using Biovia Discovery Studio Visualizer. ADMET properties were predicted using pkCSM. The results indicated that most compounds, particularly flavonoids such as sinensetin, eupatorin, and 3′-hydroxy-5,6,7,4′-tetramethoxyflavone, met drug-likeness criteria, exhibited high intestinal absorption, and demonstrated favorable safety profiles. Docking analysis revealed stable hydrogen bonds and hydrophobic interactions with key residues in both protein targets. Overall, these findings suggest that bioactive compounds from Orthosiphon stamineus have potential as antihypertensive candidates through ACE inhibition and Cav1.3 modulation. However, further in vitro and in vivo studies are required to confirm their efficacy and safety.</p>2026-09-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmiah Kesehatan