Pengaruh Ekstrak Etanol Daun Kelor (Moringa Oleifera Lam.) Terhadap Mikroalbuminuria Pada Tikus Yang Diinduksi Streptozotocin-Nikotinamid
Keywords:
Daun kelor, mikroalbuminuria, stz-naAbstract
Diabetes mellitus (DM) tipe 2 dapat menyebabkan komplikasi mikrovaskuler adanya penyumbatan pada pembuluh darah kecil, seperti DM nefropati. Mikroalbuminuria merupakan penanda awal gangguan ginjal pada DM nefropati. Salah satu tanaman tradisional yang dapat digunakan untuk mengatasi DM adalah daun kelor (Moringa Oleifera Lam.), dengan senyawa aktif flavonoid, tanin dan saponin. Tujuan dari penelitian untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak etanol daun kelor dalam menurunkan mikroalbuminuria. Penelitian ini menggunakan 35 ekor tikus putih jantan galur wistar yang diinduksi STZ-NA secara intra peritoneal dengan dosis 45 mg/kg BB dan 110 mg/kg BB, dibagi menjadi 7 kelompok. Tikus terindikasi DM selama 15 hari setelah diinduksi STZ-NA dan diberikan ekstrak selama 14 hari. Sediaan uji diberikan secara oral. Parameter yang diukur adalah kadar mikoalbuminuria. Analisa data menggunakan metode ANOVA dilanjutkan uji LSD Post Hoc. Hasil analisis statistik kadar mikroalbuminuria terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok ekstrak 100, 200, 400 mg/kgbb dengan kelompok negatif yang berarti kelompok ekstrak mempunyai efek terhadap penurunan kadar mikroalbuminuria namun masih lebih baik kelompok glibenklamid dan pioglitazone.
References
W. H. O. G. Report, “Global Report on Diabetes,” Isbn, vol. 978, pp. 6–86, 2016, [Online]. Available: http://www.who.int/about/licensing/copyright_form/index.html%0Ahttp://www.who.int/about/licensing/copyright_form/index.html%0Ahttps://apps.who.int/iris/handle/10665/204871%0Ahttp://www.who.int/about/licensing/
B. G. de Boer IH, Bangalore S, Benetos A, Davis AM, Michos ED, Muntner P, Rossing P, Zoungas S, “Diabetes and Hypertension: A Position Statement by the American Diabetes Association. Diabetes Care,” Diabetes Care, vol. 40, no. 9, pp. 1273–1284, 2017, doi: 10.2337/dci17-0026.
E. Elfiani, R. Halim, and M. H. Hakir, “Hubungan Antara Kadar Tgf-Β1 Dengan Kadar Albumin Dalam Urin Pasien Dm Tipe-2 Dengan Nefropati Diabetik,” JAMBI Med. J. “Jurnal Kedokt. dan Kesehatan,” vol. 7, no. 1, pp. 73–81, 2019, doi: 10.22437/jmj.v7i1.7070.
V. Indriani, W. Siswandari, P. Samudro, and N. S. Inayati, “status biokimia , dan status ratio sindrom metabolik pegawai Correlation between albumin creatinine and hypertension in type 2 diabetes biokimia , status sindrom metabolik pegawai,” vol. 4, no. 1, pp. 1–6, 2020.
D. Putu, “Aktivitas Antioksidan Ekstrak Daun Kelor (Moringa Oleifera Lam.),” J. Farm. Malahayati, vol. 4, no. 1, pp. 31–43, 2021.
A. Pratiwi and E. A. Murbawani, “PENGARUH PEMBERIAN FORMULA ENTERAL BERBAHAN DASAR LABU KUNING (Curcubita Moschata) TERHADAP ALBUMIN SERUM PADA TIKUS DIABETES MELITUS,” J. Nutr. Coll., vol. 4, no. 4, pp. 450–456, 2015, doi: 10.14710/jnc.v4i4.10145.
Z. Q. Aini, T. Wijayanti, and A. C. Puspitasari, “Analisis Efektivitas Kunyit Hitam (Curcuma caesia Roxb.) Dalam Penurunan Kadar Mikroalbumin dan Serum Kreatinin Pada Tikus Diabetes Nefropati,” J. Indones. Sehat, vol. 3, no. 2, pp. 79–85, 2024, doi: 10.58353/jurinse.v3i2.214.
Y. A. Rivandi J, “Hubungan diabetes melitus dengan kejadian gagal ginjal kronik,” Majority, vol. 4, no. 9, pp. 28–29, 2015, [Online]. Available: http://repository.lppm.unila.ac.id/22414/1/DM vs Ginjal Kronik.pdf
Nunik Purnamasari, Nuzirwan Acang, and Harvi Puspa Wardani, “Pengaruh Diabetes Melitus Tipe 2 Tidak Terkontrol terhadap Komplikasi Nefropati Diabetik,” Bandung Conf. Ser. Med. Sci., vol. 4, no. 1, pp. 495–501, 2024, doi: 10.29313/bcsms.v4i1.11035.
F. Nur Illahi, N. A. Setyawan, R. N. Pesik, and E. L. Suparyanti, “Peran Ekstrak Etanolik Daun Kelor (Moringa oleifera, Lam.) Terhadap Peningkatan Ekspresi GLUT-2 Pankreas Tikus Wistar (Rattus Norvegicus) Jantan Model Sindrom Metabolik Terinduksi,” Plex. Med. J., vol. 2, no. 5, pp. 217–224, 2023, doi: 10.20961/plexus.v2i5.877.
S. E. Kamal, “Riskianto, Kamal SE, Muh. Aris. Aktivitas antioksidan ekstrak etanol 70% daun kelor (Moringa oleifera Lam.) terhadap DPPH. Pro-Life [Internet]. 2021 Jul. 19 [cited 2025 May 18];8(2):168-77. Available from: http://ejournal.uki.ac.id/index.php/prolife/article/view/3209,” 2015.
R. B. Ajie, “White dragon fruit (Hylocereus undatus) potential as diabetes mellitus treatment,” J Major., vol. 4, no. 71, 2015, [Online]. Available: https://api.semanticscholar.org/CorpusID:73133350
Handani, “Pengaruh pemberian kacang panjang (Vigna unguiculata) terhadap struktur mikroskopis ginjal mencit (Mus musculus) yang diinduksi aloksan.,” J. Med. Vet., no. 9, p. 18, 2015.
Nikmah, A. Majid, and A. Y. Paulus, “Alkoloid Dan Saponin Sebagai Senyawa Antibakteri Pada Ekstrak Daun Kelor ( Moringa Oleifera L .),” CHM-K Appl. Sci., vol. 5, no. 1, pp. 1–7, 2022.
A. El Barky and S. A. Hussein, “Saponins-and-Their-Potential-Role-in-Diabetes-Mellitus,” vol. 7, pp. 148–158, 2017.






