Analisis Pengaruh Reaksi Obat Yang Tidak Diinginkan Terhadap Kepatuhan Pengobatan Dan Kualitas Hidup Pasien Tuberkulosis Berdasarkan Health Belief Model

Authors

  • Silvana Azizah universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan

DOI:

https://doi.org/10.48144/jiks.v19i1.2027

Keywords:

kepatuhan kualitas hidup tuberkulosis

Abstract

Tuberkulosis (TB) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. TBC menjadi penyakit menular paling mematikan kedua di dunia setelah COVID-19 dan penyebab kematian ketiga belas secara global. Data Dinas Kesehatan Pemalang tahun 2023 menunjukkan 1.382 kasus TB di seluruh Puskesmas Kabupaten Pemalang. Kepatuhan pengobatan menjadi tantangan utama dalam pengobatan TBC, kualitas hidup juga berperan dalam mendukung kepatuhan pasien. Reaksi obat yang tidak diinginkan (ROTD) dapat mengganggu pengobatan, meningkatkan risiko resistensi obat, kegagalan terapi, penurunan kualitas hidup, hingga kematian. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh ROTD terhadap kepatuhan pengobatan dan kualitas hidup pasien TBC berbasis Health Belief Model di Puskesmas Mulyoharjo. Penelitian kuantitatif ini menggunakan desain cross-sectional dengan pengambilan sampel jenuh berjumlah 40 responden dan instrument berupa kuesioner MMAS-8, WHOQOL-BREEF, dan Health Belief Model. Data dianalisis menggunakan regresi linier berganda dengan SPSS. Hasil menunjukkan ROTD tidak berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan pengobatan (p = 0,899), tetapi memiliki pengaruh signifikan terhadap kualitas hidup (p = 0,004). Health Belief Model juga tidak berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan (p = 0,239) maupun kualitas hidup (p = 0,243). Koefisien regresi ROTD terhadap kepatuhan adalah -0,029, mengindikasikan hubungan negatif, sementara Health Belief Model menunjukkan hubungan positif (0,409). Untuk kualitas hidup, koefisien ROTD negatif (-5,313), sedangkan Health Belief Model positif (0,409). Diharapkan responden memperhatikan kemungkinan ROTD untuk meningkatkan kepatuhan dan memiliki kualitas hidup yang baik.

References

Kemenkes RI, “Kepatuhan Pengobatan Pada TBC,” Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan, 2022. https://yankes.kemkes.go.id/view_artikel/637/kepatuhan-pengobatan-pada-tbc (accessed Jul. 28, 2022).

S. Adhanty and S. Syarif, “Kepatuhan Pengobatan pada Pasien Tuberkulosis dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya: Tinjauan Sistematis,” J. Epidemiol. Kesehat. Indones., vol. 7, no. 1, p. 7, 2023, doi: 10.7454/epidkes.v7i1.6571.

A. Abbas, “Monitoring Efek Samping Obat Anti-Tuberkulosis (OAT) Pada Pengobatan Tahap Intensif Penderita TB Paru Di Kota Makassar,” J. Agromedicine Med. Sci., vol. 3, no. 1, pp. 20–24, 2017.

S. Rahmah, H. Ariyani, D. Hartanto, F. Farmasi, and S. Naranjo, “Studi Literatur Analisis Efek Samping Obat pada Pasien Tuberkulosis,” J. Curr. Pharm. Sci., vol. 4, no. 2, pp. 395–405, 2021.

L. Vi. I. Dewi, L. Hakim, S. Sismindan, N. Ngatidjan, and S. P. Putra, “Gambaran Reaksi Obat Yang Tidak Dikehendaki pada Pengobatan Tuberkulosis di Puskesmas Kabupaten ‘X’ Yogyakarta dan Hubungannya dengan Kepatuhan Minum Obat,” Maj. Farmasetika., vol. 4, no. Suppl 1, pp. 132–136, 2020, doi: 10.24198/mfarmasetika.v4i0.25870.

F. R. Martanty Aditya, Muhammad Hilmi Aftoni, “REAKSI OBAT YANG TIDAK DIKEHENDAKI (ROTD) PADA PASIEN RAWAT JALAN PENYAKIT GINJAL KRONIS TAHAP AKHIR DI KOMUNITAS PASIEN CUCI DARAH INDONESIA CABANG JAWA TIMUR : METODE CROSS SECTIONAL,” BIMFI, vol. 8, no. 1, pp. 1–12, 2021.

P. Pariyana, I. A. Liberty, B. I. Kasim, and A. Ridwan, “Perbedaan pekembangan kualitas hidup penderita Tb paru menggunakan instrumen indonesianwhoqol-breffquestionareterhadap fase pengobatan tuberculosis,” J. Kedokt. dan Kesehat. Publ. Ilm. Fak. Kedokt. Univ. Sriwij., vol. 5, no. 3, pp. 124–132, 2018, doi: 10.32539/jkk.v5i3.6314.

W. N. Wijasa, D. Suyatno, M. I. Barliana, and I. S. Pradipta, “Rejimen Bedaquilin, Pretomanid, dan Linezolid Obat Ganda,” vol. 27, no. 3, pp. 76–81, 2023, doi: 10.20956/mff.v26i2.31781.

N. Azizi, M. Karimy, and V. N. Salahshour, “Determinants of adherence to tuberculosis treatment in Iranian patients: Application of health belief model,” J. Infect. Dev. Ctries., vol. 12, no. 9, pp. 706–711, 2018, doi: 10.3855/jidc.9653.

S. Z. Safitri, A. Ismunandar, and L. H. Maulana, “Pengaruh Reaksi Obat Yang Tidak Dikehendaki (ROTD) Terhadap Kepatuhan Pasien Tuberculosis Paru Di Puskesmas Bumiayu Tahun 2021,” Pharm. Perad. J., vol. 1, no. 2, pp. 8–13, 2021.

R. M. C. Valadares, W. da S. Carvalho, and S. S. de Miranda, “Association of adverse drug reaction to anti-tuberculosis medication with quality of life in patients in a tertiary referral hospital,” Rev. Soc. Bras. Med. Trop., vol. 53, no. August, pp. 0–1, 2020, doi: 10.1590/0037-8682-0207-2019.

Downloads

Published

2026-03-30