Pemanfaatan Obat Herbal untuk Kesehatan Reproduksi pada Mahasiswa Prodi Kebidanan DIII Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Authors

  • Khamidah Achyar Program Studi Kebidanan DIII Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

DOI:

https://doi.org/10.48144/jiks.v12i1.134

Abstract

Abtrak

Premenstruasi Syndrome (PMS) umumnya terjadi pada wanita dengan usia produktif antara 20-40 tahun dan 70-90% terjadi pada usia remaja. Prevalensi PMS  yaitu 62.2% dan gangguan siklus haid 63.2%, diantara yang mengalami gangguan siklus haid, sebagian besar (59.7%) juga mengalami PMS. Berdasarkan hasil Riskesdas tahun 2013 pemanfaatan farmasi dan ramuan tradisional masih cukup banyak yaitu 49%.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan obat herbal untuk kesehatan reproduksi pada mahasiswa Prodi Kebidanan DIII Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Purwokerto. Desain penelitian ini menggunakan cross sectional dengan jumlah responden sebanyak 36 orang.Hasil penelitian ini yaitu mahasiswa yang mengalami PMS, leuchore dan ketidakteraturan siklus haid secara berturut-turut 91,6%; 91,6% dan 69.4%. Mahasiswa yang melakukan pengobatan sendiri  Leuchore 61,1%; PMS 80,5%; dan siklus haid tidak teratur  47,2%. Penggunaan obat herbal yang digunakan dikalangan mahasiswa untuk penanganan gangguan kesehatan reproduksi yaitu leuchore 33,3%; PMS 63,8%; siklus haid tidak teratur 22,2%. Obat herbal yang digunakan yaitu rebusan daun sirih, minuman kunyit dan kunir asem serta kiranti. Minuman kunyit dan kunir asem merupakan obat herbal yang paling banyak digunakan oleh mahasiswa.

Kata Kunci: Herbal, Kesehatan reproduksi, Kunyit.

Utilization of Herbal Medicines for Reproductive Health at Student Midwifery Study Program DIII Faculty of Health Sciences University of Muhammadiyah Purwokerto

 

Abtract

Premenstrual Syndrome (PMS) generally occurs in women of productive age between 20-40 years and 70-90% occurring in adolescence. PMS prevalence is 62.2% and menstrual cycle disorders are 63.2%, among those experiencing menstrual cycle disorders, most (59.7%) also experience PMS. Based on the results of the 2013 Riskesdas, the use of pharmaceuticals and traditional ingredients is still quite large at 49%.This study aims to determine the utilization of herbal medicines for reproductive health in the students of Midwifery Study Program DIII Faculty of Health Sciences University of Muhammadiyah Purwokerto. The design of this study used cross sectional with 36 respondents. The results of this study are students who experience PMS, leuchore and menstrual cycle irregularities are 91.6%; 91.6% and 69.4%. Students who carry out Leuchore's own treatment 61.1%; PMS 80.5%; and irregular menstrual cycle 47.2%. The use of herbal medicines used among students to treat reproductive health disorders is leuchore 33.3%; PMS 63.8%; irregular menstrual cycle 22.2%. Herbal medicines used are boiled betel leaves, turmeric drinks and turmeric tamarind and kiranti. Turmeric and tamarind drinksare the most widely used herbal medicines for students.
Keywords: Herbs, Reproductive health, Turmeric.

Downloads

Published

2021-08-30