Edukasi Fisioterapi Ergonomi Tentang Gangguan Muskuloskeletal dan Latihan Kesegaran Jasmani Pada Anak Usia Dini

Ergonomic Physiotherapy Education on Musculoskeletal Disorders and Physical Fitness Exercises in Early Childhood

Authors

  • Syavira Nooryana Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan https://orcid.org/0009-0006-9508-4068
  • Riska Kurnia Oktaviani Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan
  • Gilang Nuari Panggraita Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan
  • Khilwa Andinia Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan
  • Takhnia Fathimatuzzahra Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan
  • Septi Amanah Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan
  • Najmada Aliyyana Dewi Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan

DOI:

https://doi.org/10.48144/batikmu.v6i1.2552

Keywords:

anak usia dini, edukasi, fisioterapi ergonomi, gangguan muskuloskeletal, latihan kesegaran jasmani

Abstract

Edukasi mengenai postur tubuh dan ergonomi sejak dini merupakan upaya penting untuk menekan risiko kelainan perkembangan fisik dan gangguan kesehatan seperti nyeri leher, bahu, dan punggung pada anak. Berbagai studi menunjukkan tingginya prevalensi nyeri muskuloskeletal pada anak akibat kebiasaan/ postur tubuh yang tidak ergonomis. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi terkait fisioterapi ergonomi, pencegahan gangguan muskuloskeletal (MSDs), dan pentingnya latihan kesegaran jasmani bagi siswa. Pelaksanaan kegiatan menggunakan metode ceramah interaktif, demonstrasi, tanya jawab berbasis alat bantu audio-visual (PowerPoint), serta pengenalan instrumen skrining muskuloskeletal (Nordic Questionnaire, Wong-Baker FACES Pain Scale, dan pengamatan postur). Kegiatan dilaksanakan di Gedung Dakwah Muhammadiyah Gumawang dengan sasaran 22 orang tua siswa TK ABA Aisyiyah Wiradesa. Kegiatan berjalan dengan antusiasme tinggi dari para peserta. Penyampaian materi mencakup definisi MSDs, faktor penyebab (beban tas 4–12 kg, durasi gawai >6 jam/hari, dan posisi duduk diperpanjang), pengukuran intensitas nyeri, hingga panduan praktis ergonomi di rumah (seperti penggunaan ganjalan penopang dan posisi siku-lutut yang tepat). Meskipun demikian, pelaksanaan skrining fisik secara langsung pada siswa terkendala jadwal kegiatan sekolah yang berbarengan, sehingga penguatan difokuskan pada kapasitas orang tua di rumah. Kegiatan edukasi ini meningkatkan pengetahuan dan kesadaran orang tua mengenai pencegahan MSDs serta pentingnya latihan kesegaran jasmani anak. Disarankan adanya program keberlanjutan berupa pemeriksaan/skrining fisik langsung (direct screening) pada siswa secara berkala.

Downloads

Published

2026-06-30