Psikoedukasi Digital Fatigue sebagai Strategi Promotif Kesehatan Psikologis Kerja pada Asesor BKPSDM Kota Cilegon
Psychoeducation on Digital Fatigue as a Promotive Strategy for Workplace Psychological Health among Assessors at BKPSDM Cilegon City
DOI:
https://doi.org/10.48144/batikmu.v6i1.2465Keywords:
digital fatigue, psikoedukasi, kesehatan psikologis, kesehatan kerjaAbstract
Transformasi digital telah meningkatkan penggunaan teknologi dalam berbagai aktivitas kerja, termasuk pada profesi asesor yang memanfaatkan perangkat digital untuk mendukung proses asesmen, pengolahan data, penyusunan laporan, dan koordinasi pekerjaan. Intensitas penggunaan teknologi yang tinggi berpotensi menimbulkan digital fatigue, yaitu kondisi kelelahan yang muncul akibat paparan teknologi digital secara berkelanjutan dan dapat memengaruhi kesehatan psikologis serta efektivitas kerja. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman asesor BKPSDM Kota Cilegon mengenai digital fatigue dan strategi pencegahannya melalui psikoedukasi. Kegiatan dilaksanakan pada empat asesor BKPSDM Kota Cilegon dengan metode observasi, ceramah interaktif, dan sesi tanya jawab. Hasil observasi menunjukkan bahwa peserta kerap mengalami keluhan berupa mata lelah dan pusing akibat penggunaan perangkat digital dalam durasi yang panjang. Setelah mengikuti psikoedukasi, peserta menunjukkan peningkatan pemahaman mengenai konsep digital fatigue, faktor penyebab, dampak, serta strategi pencegahannya, termasuk pentingnya penerapan micro-break selama bekerja. Peserta juga menyadari bahwa lingkungan kerja yang mendukung komunikasi langsung dapat membantu mengurangi ketergantungan pada media digital. Dengan demikian, psikoedukasi dapat menjadi salah satu strategi promotif yang efektif dalam meningkatkan kesadaran dan kesehatan psikologis di era digital.